BACA untuk maju!!!

Membeli Masa Depan

Posted by pikpik on 6 March, 2008

DiSingapur sini kita bisa nonton RCTI dan SCTV. Di suatu malam gua lagimemindai channel dan melihat sebuah iklan yang menggugah. Iklan ituadalah iklan dari tabungan rencana Bank Mandiri.

Adegan pertama: Adaanak kecil lari-lari keliling meja makan. Di meja makan itu, adapasangan muda meminjam uang ke orang tua mereka dan ada insert tulisan“Untuk biaya masuk SD”. Di akhir adegan itu, kita melihat liontin emasibu muda.

Adegankedua: pasangan tersebut sudah terlihat lebih dewasa dan sang ibumelepaskan liontin emas itu dengan muka urung. Insert: “Untuk biayamasuk SMP”

Adeganketiga: Anak itu sudah dewasa, membuka garasi dan anak itu murungmelihat garasi mereka kosong. Sang bapak keluar dengan vespa. “Untukbiaya SMA”.

Adeganini diakhiri dengan sang bapak hujan-hujan pergi kerja naik vespa, didepan rumahnya ada tulisan “rumah dijual” insert: “untuk masuk kuliah”

Ini adalah satu iklan yang sangat-sangat kuat. Hati gua belum pernah ngerasa terenggut melihat sebuah iklan. Bener banget.

Life is not a game. You can’t restart your life. Once you make a mistake, that’s it. You’re done. Apalagi hidup di Indonesiayang jujur saja, sangat unforgiving. Gua pendukung SBY dan so far diamelakukan yang terbaik untuk kita semua. Sayangnya orang-orang sepertiMega dan Amien Rais kerjanya membuat sentimen negatif saja. Gakngebantu. Kita ini gak akan pernah maju jika pemimpin negara dibacokinorang- orang yang kerjanya pengen jadi pemimpin negara.

Hidup untuk Masa Depan

Iklandi atas sempat membuat gua tidak tenang melihat apa yang sudah ada ditangan. Tapi gua berusaha merasa qana’ah karena tidak ada yang lebihburuk di hadapan Allah selain orang-orang yang kufur nikmat. Bener katatemen-temen yang komentar di bawah bahwa kalo kita takut, kita tidakakan pernah merasa cukup dan akhirnya menghabiskan waktu kita khawatirketimbang bersyukur.

Kita itu (seharusnya) hidup untuk masa depan. Bokap gua pernah ngasih tau statistik di bawah:

5 dari 10 pensiunan hidup bergantung pada anak dan kerabat

2 dari 10 pensiunan masih harus kerja unutk membiayai sisa hidupnya

1 dari 10 pensiunan punya uang pas-pasan untuk mandiri setelah pensiun

1 dari 10 pensiunan punya uang berlebih di saat pensiun

Mengerikanya? Dari yang gua lihat dalam hidup, memang begitu. Sebenernya bukankarena kita miskin-miskin amat sih tapi kita itu sering belanja hal-halyang kalo dipikir baik-baik, gak perlu.

Sekarang gimana caranya kita pensiun dengan baik? Dan di atas itu, membekali anak dengan pendidikan yang cukup? Iya kalo anaknya satu. Kalo 3? Satu lagi ungkapan yang gua pernah dengar yang sangat-sangat memotivasi gua untuk nabung:

Kecil, gak nyusahin orang tua

Tua, gak nyusahin anak

Iya kalo anak kita sukses. Kalo gak sukses kankasian dia. Mencukupi dirinya sendiri aja mungkin susah, apalaginalangin kita? Masa muda anak kita adalah masa dia mencari penghidupanuntuk mensecure hari tua dia, bukan hari tua kita.

 

Nahgua mau share sesuatu di bawah. Bukan karena gua sukses melakukannya, atau telah berhasil menyelesaikannya. Tapi gua pengen aja sharingkarena penting untuk diketahui dan semoga memberikan insight yang baikbagi yang belum tahu.

 

Tentukan gaya Hidup Kita

Di umur 30 ini gua belajar begini: gaya hidup itu menentukan survivality kita di hari tua. Maksudnya gini:

Ini skema hidup keluarga A

Gaji = 100%

Living cost yang kita jalankan selama ini = 80%

Tabungan = 20%

Guess what? Setelah pensiun nanti, A akan kesulitan mengadjust gayahidupnya karena setelah pensiun, dia gak punya atau punya sedikitincome. Dan dia harus hidup berbiaya 80%. Tapi masalahnya dia cumanpunya 20%. Mending kalo 20% ini bisa nutupin basicnya, kalo nggakgimana?

Jadi yang perlu kita tentukan sekarang adalah bagaimana gaya hidup yang kita inginkan dan berapa yang ingin kita tabung.

 

Basic Consumption & Life style

Persentasedi atas tidak linier. Maksudnya, orang yang penghasilannya rendah akanmencak-mencak melihat persentase di atas karena memang ada biaya hiduppokok minimal. Mungkin bagi orang yang penghasilannya 20 juta setahun,persentase di atas gak jalan. baca: minimum living cost katakanlah 10juta setahun. Jadi mending persentasenya kita kembalikan aja pada dirimasing-masing.

Yang berusaha gua jelskan di sini adalah, living cost itu ada dua komponen.

Living cost = lifestyle x basic consumption.

Contoh, orang sama-sama butuh mobil ke kantor. Yang satu beli mobil second, yang satu beli Alphard. Orang sama-sama butuh dinner. Yang satu sering dine out, yang satu masak.

Orang sama-sama butuh tas. Yang satu beli satu 60 juta, yang satu 600 ribu.

Basic consumption semua orang sama. Tapi yang membuat living cost kita berbeda adalah gaya hidup kita.Apa beli tas mahal salah? Nggak kok. Terserah, gua gak ngejudge. kalomemang mampu ya by all means, beli aja. Hanya saja, di kebanyakankasus, gaya hidup kita lah yang membuat living cost tinggi. Bukan basic consumptionnya.

Bagipembaca yang tergerak untuk menerapkan hal yang sama, harap diingatbahwa makin banyak anak, ya gajinya makin terbagi kecil. Bisa jadiseperti ini:

45% cost

35% pensiun

10% anak 1

10% anak 2

 

45% cost

30% pensiun

8% anak 1

8% anak 2

8% anak 3

Masalahnyadengan skema ini adalah, skema ini tidak berlaku pada keluarga yangincomenya terlalu kecil. Gua pernah bergaji sangat kecil dan bahkanuntuk menghidupi diri gua aja susah.

Automate your Savings

Sekarang kita udah menentukan gaya hidup kita dan bertekad menabung beberapa % income kita. Next step?Kebanyakan orang, termasuk gua, gak bisa nabung. Beberapa orang bikinchannel tabungan. Termasuk gua. Gua gak tau apakah ini manjur karenaresultnya kita lihat 25 tahun lagi tapi setidaknya ini yang gua percayadan gua lakukan.

Setelahmenentukan berapa yang harus ditabung, kita otomatisasikan tabungankita. Manusia itu pada dasarnya susah nabung. David Bach dalam bukunya‘Automatic Millionaire’ mengatakan bahwa semua pemerintah di dunia inilangsung otomatis motong pajak dari gaji kita karena mereka tau kitasuka lupa bayar pajak. Ha yang sama kita terapkan saja pada diri kita.Kita bisa request ke bank agar setiap tanggal 1, gaji kita dipotong ketabungan pensiun kita, ke tabungan pendidikan anak kita dan ke manasaja yang kta mau. Akhirnya yang ada di tabungan utama hanyalah sisauntuk living cost kita. Jadi di awal bulan, yang pertama kita amankanadalah masa depan kita, bukan masa depan mango, zara atau honda jazzkita. Kalo tidak dipagari seperti ini, kecenderungannya adalah habis.Untuk ini, gua rekomendasikan banget buku David Bach ‘AutomaticMillionair e’

Security

Oke,sekarang ada tabungan pensiun. Bagus. Eh besok kita ditabrak bus.Pupuslah harapan anak untuk terus sekolah. Istri juga kalo gakberpenghasilan bisa repot. Yang tadinya kita bermimpi anak kita bisasekolah di universitas top indonesia, jadi bisa gak kuliah sama sekali.

Dantahukah kita bahwa statistik membuktikan bahwa rata-rta suami meninggal6 tahun lebih cepat dari istrinya? Dari sini datanglah pentingnyaasuransi.

Gimana cara milih asuransi yang baik? http://priyadi. net sudah membahasnya dengan baik. Mending baca di sana. Di sini, gua cuman pengen sharing apa yang gua tau (yang mana sedikit), agar mungkin temen-temen bisa untung dari sini.

Yang jelas, menentukan asuransi itu sebaiknya gini:

Uang pertanggungan = living cost / tahun x 20 tahun (atau terserah mau berapa tahun).

Denganformula ini, maka jika kita meninggal, insya allah keluarga kita dapathidup selama 12-20 tahun. Lho kenapa gak full 20 tahun? Karena inflasi.Living cost tahun 2008 mungkin 4 juta. Di tahun 2020 bisa jadi 10 juta.

Masalahnya,makin tinggi uang pertanggungan, makin tinggi premi pertahunnya. Untukitu, menentukan nilai asuransi ini juga harus bijak dan harus dalamkemampuan kita juga. Misalnya kita tabung 40% gaji. Kita split 40% inijadi 10 dan 30.

 

30% pensiun

10% insurance

Toh keduanya sama-sama berbunga kok.

Duluasuransi ini sepi peminat karena asuransi tidak melink dana kita keinvestasi. Yang ada, uang kita menyusut tanpa bunga. Mending taro dibank. Gitu pikiran banyak orang. Sekarang unit link ini menjadi buruanbanyak orang. Gua dulu alergi yang namanya memercayakan uang keringetgua sama asuransi. Sekarang kenapa tidak? Not bad kalo gua bilang. Jikakepala keluarga meninggal, kepala keluarga akan mendapatkan mana yanglebih tinggi antara uang pertanggungan dan nilai investasi. Lumayan kan? Btw, http://priyadi .net sih tidak menganjurkan. Tapi gua sih merasa aman sekali dengan skema ini.

You may disagree with this ya. Tapi gua sih jalanin.

Invest

Diposting gua yang terdahulu gua udah bilang bahwa musuh gua setidaknyaadalah inflasi. Mau income kita 1 juta per bulan atau 100 juta, kitataro di bank, tetap aja kalah sama inflasi. Contoh:

Inflasi = 10%

Bunga bank = 2%

Tabungan kita = 1000

Harga telur 2007 = 1000

Harga telur 2008 = 1100

Uang kita 2008 = 1020

Tahun 2008 kita gak mampu makan telur.

Di sini lah pentingnya investasi. Instrumen investasi apa yang dipilih? Beberapa sudah gua tulis di posting sebelumnya.Berapa yang mesti kita invest? Nah ini tergantung dari seberapaambisiusnya kita dalam hidup. Yang jelas, ada beberapa pointers:

– asset & liability

RobertKiyosaki dalam Rich dad poor dad bilang “rich dad buys assets. Poor dadbuys liability”. Ini bener banget. Banyak sekali orang tua yangmenghabiskan uang 200 juta membelikan anak mereka mobil. Masalahnya,mobil itu mengalami penyusutan 20% per tahun. Harganya tahun depanlangsung 180 juta. Umur mobil juga 5 tahunan. Itu bukan aset. Ituliability.

Kalomemang ingin memberikan anak 200 juta, kenapa gak belikan dia rumahsusun? Atau BTN? “Nak, ini ayah belikan rumah 1 bukan untuk ditempatin.Sana kamu kontrakin dan uangnya buat kamu tabung.” Rumah, di 80% kasus, adalah aset.

Aset adalah sesuatu yang memberikan kita return. Yang kalo kita jual lagi, nilainya bertambah dan memberikan kita proft.

Liability adalah sesuatu yang setelah kita beli, nilainya susut. Yang kalo kita jual lagi, kita mendapatkan loss.

– Biggest & Most Basic Investment

Halpertama yang harus disukseskan dalam investasi, dan ini yang gua setujuya, terserah kalo gak setuju, adalah rumah. Direkomendasikan untukrumah sendiri. Jangan sampe ngontrak seumur hidup. Di kala kitangontrak, kita membuat orang lain kaya tanpa memberikan kita hakkepemilikan. Bisa-bisa setelah pensiun, kita gak punya penghasilanuntuk membayar kontraknya. Setelah itu mau tinggal di mana?

Kalokita cicil rumah, sejelek apa pun rumah itu, rumah itu adalah hak milikkita. Tidak ada rasa aman yang lebih baik dari pada memiliki rumahtempat kita tumbuh tua nanti.

Kalonggak gini, kasian anak. Mereka nanti nikah dan butuh ruang, waktu danenergi untuk membangun keluarga kecil mereka. Kalo kita tinggal bersamamereka, kasian. Lenyaplah impian istri untuk ML di dapur huahahaha. Gakdeng. Memang di kebanyakan kasus, orang Indonesia menganut kebudayaan orang timur di mana:

Ketika kita kecil, mereka merawat kita.

Ketika dia tua, kita merawat dia.

Inisebabnya banyak sekali temen gua yang bungsu yang bersikeras gak maukeluar rumah. Kasian ninggalin ibunya. Si bungsu lah yang bayarinlistrik, air, kabelvision dll.

Ini sebabnya banyak temen gua yang sering bilang “Udah, mamah di sini aja sama saya”

Semuaitu bagus. Semua itu mulia. Semua itu dianjurkan agama. Tapi semua ituadalah cerita temen-temen gua yang mapan secara finansial dan berniatmengembalika n budinya. Temen-temen gua yang kesulitan finansialnya? Well, beda cerita.

 

Setidaknyadi mata gua, sebagai anak yang baik, harus selalu siap untuk menampungorang tua. Itu harus. Bokap gua menyisihkan 25% gajinya selama belasantahun untuk hidupi orang tua dia.

Tapisebagai orang tua yang baik, rasanya gak tega ngeliat anak ngerawatkita sementara dia bisa menghabiskan waktu muda dia mengejarimpian- impian. Makanya, invest your money. Nah sekarangpertanyaan, berapa yang mesti kita investasikan dari income kita?Sekali lagi, terserah.

Tadi di atas sudah ada ini:

30% pensiun

10% insurance

Kenapa nggak,

10% atau 20% pensiun

10% insurance

20% atau 10% investasi

Ingataja, makin kecil uang yang disisihkan untuk investasi makin lambatinvestasi itu bisa berbuah. Kalo sisihan untuk invetasi terlalu kecil,ditakutkan malah gak pernah terwujud impiannya. Contohnya, mau beliemas batangan. Tapi harganya naik lebih cepat ketimbang jumlah uangyang kita sisihkan perbulannya. Yang ada kejar-kejaran.

Sekali lagi, instrumen investasi sudah gua tulis di postingan sebelumnya dan juga banyak terdapat di blog ttp://priyadi. net

Hutang

Disarankanuntuk jangan punya hutang, kecuali hutang itu untuk membeli rumahperdana dan itu pun jangan terlalu banyak. Banyak orang yang bermimpimemiliki rumah megah dan bersikeras beli cicil. Masalahnya,

Rumah gede = biaya maintenance gede

Rumah gede = cicilannya puluhan tahun

Temengua ada yang lumayan jenius. Dia beli rumah kecil, 5 tahun lunas.Sementara 5 tahun itu dia juga nabung dengan istri. Setelah lunasternyata mereka punya cukup tabungan untuk nyicil rumah ketiga yanglebih baik. Rumah pertama mereka kontrakin dan mereka tinggal di rumahcicilan kedua. Sebentar lagi meeka akan melakukan yang ketiga.

Adalagi kasus yang lumayan miris. Rumahnya terlalu besar tapi gajinyaterlalu kecil, sehingga dia butuh 20 tahun untuk lunasin. Itu semuagajiu habis hanya untuk rumah. Jujur aja, kalo cicilan sampe 20tahunan, yang ada kita bayar rumah itu 2x harga beli kita. 2 kali! Itusama dengan kita beli 2 rumah! Tapi ini nggak. Akhirnya orang itupensiun tanpa sempat menggunakan uangnya untuk investasi.

Intinya, hutang itu boleh tapi terbatas dengan:

pembelian asetpastikan beli rumah yang sesuai dengan gaji kita. Jangan ngoyo.pastikan cicilannya tidak terlalu banyak sehingga kita masih punya umur produktif untuk investasi yang lain juga. Again,ini hanya dari pengalaman dan observasi pribadi gua. mungkin pembacayang berwawasan lebih, boleh kasih input. Biasanya syarat umum Bank di indonesia adalah: uang cicilan = 1/3 dari income gabungan suami istri. Kalo gitu, skemanya jadi berubah:

45% cost

33% cicilan rumah

8% anak 1

8% anak 2

6% insurance atau investasi atau pensiun

Skemanyaterserah tapi kita bisa lihat bahwa semua komponen itu penting. Danbisa kita lihat juga bahwa adanya cicilan rumah benar-benar memotongkeleluasaan kita dalam berinvestasi kan.Dan bahkan untuk cicil rumah, bukan gak mungkin kita harus memotongbiaya hidup jadi lebih kecil dari 45%. Makanya cicilannya janganterlalu lama dan telalu besar.

Metode Yang Beda

Metode di atas hanyalah 1 dari jutaan metode yang kita bisa jalankan. Contoh metode lain adalah:

– 5 tahun pertama konsen beli rumah

– 5 tahun kedua konsen nabung buat investasi

– 5 tahun ketiga konsen nabung pensiun

Beberapatemen gua malah hanya bergantung pada jamsostek untuk pensiun. Uangbebasnya semuanya dia investasikan di rumah kedua dan bilang “Ya inisapi pensiun gua.” Agar nanti kalo udah pensiun, uang kontrakan rumahitu dapat nyambung hidup dia.

Upside

Dengancara seperti ini, orang biasanya lebih cepat mendapatkan masing-masingtarget . 55% gaji dia dimasukin untuk investasi. Denga modal sebesarini, returnnya juga bisa besar dan lebih cepat. Sound good. Tapi adakelemahannya.

Downside

Kalo misalnya pas lagi ngejar lunasin rumah, kepala keluarganya meninggal, gak ada dana back up dong.

Kalomisalnya pas 5 tahun investasi ternyata reksadana crash, habis semuauang. Kalo 5 tahun nabung dollar ternyata dollar jadi 2000 perak, theend. Lenyap udah itu semua.

Kalomisalnya keasikan beli rumah dan investasi, bukan gak mungkin kitatelat nabung buat pensiun. Kenapa sih pensiun itu penting meski sudahada investasi yang berbuah?

Karena kita tidak bisa memprediksi masa depan. Kita bergantung sama 3 rumah kontrakan. Suatu hari 2 dari 3 digusur.

Intinyasih keuntungan dari diversifikasi adalah kalo kita sial di satu hal,kita masih bisa bergantung dengan hal lain. Memang gak banyak, tapi itusafe. Kerugian diversifikasi adalah menunggu semuanya berbuaha bisabelasan tahun. Gimana nggak? Secepat apa kita bisa memperbaiki tarafhidup kalo kita hanya mampu sisihkan gaji 2% untuk investasi?

Semuanyadikembalika n ke masing-masing lah. Gak ada yang benar dan salah. Guayakin semua yang baca blog ini by now sudah mikir, skema apa yangselama ini mereka jalani dan gak defensif atau ofensif jika tidaksetuju dengan penjelasan di atas. Toh semuanya dikembalikan ke diri dankondisi masing-masing yang mana kondisi itu gak mungkin sama.

Guasendiri menjalankan sebuah skema. Gua gak tau apakah skema itu akanberhasil. Yang penting, kalo niatnya baik, ikhtiarnya giat, dan sabarmenghadapi cobaan, itu berarti kita sudah menjalankan skemanya denganbenar.

Penutup

Yang jelas, gua berpegang sama proverb di bawah:

Kecil, gak nyusahin orang tua

Tua, gak nyusahin anak

Kita Sebagai Anak

Sadarkahkita kenapa orang tua naik haji di usia senja? Karena orang tua kitaingin memastikan dulu kita mentas. Betapa mulianya ya mereka.

Sekedarsharing aja, temen gua dulu ada yang ngobat. Sekarang nyesel seumurhidup. Dia nyesel karena sampai akhir hayat mereka sang orang tua tidakpernah sempat menunaikan ibadah haji. Kenapa? Karena tabungan hajimereka habis membayar rehab temen gua. Setelah sembuh mentas dan kerja,hal pertama yang temen gua lakukan adalah haji dan mendoakan mereka.

Daridia gua belajar untuk sebisa mungkin gak pernah nyusahin orang tua.Kalo gak bisa sukses, minimal gua gak bikin mereka sedih.

Kita Sebagai orang tua

Tantangantiap jaman itu beda. Dan semakin ke sini, semakin hebat. Dulu bapakkita cukup dengan S1 dan dapat berkarir seorang diri membiayai semuakeluarga.

Jamankita? Dibutuhkan suami dan istri untuk kerja mencukupi kebutuhan hidup.Belum lagi kualifikasi sekarang banyak yang harus S2. Ambil koran, bacabagian karir dan hiotung berapa banyak yang kualifikasi S2? Chancesare, many. Dan supply lulusan S2 pun banyak yang masih strugglemendapatkan nya (yang mana menjadi constant reminder gua untuk harussekolah lagi).

Jaman anak kita? Gak kebayang kan?Ini sebabnya pensiun itu sangat penting. Anak-anak kita menghadapi apayang tidak terbayangkan oleh kita susahnya gimana. On top of that,mereka harus mencukupi diri mereka sendiri. Memang gua yakin bangetkita sebagai masyarakat timur, mereka pasti tidak keberatan mengurusikita. Masalahnya, kitanya tega gak?

Kecil, gak nyusahin orang tua

Tua, gak nyusahin anak

Ada mau sharing bagaimana bentuk pembelian masa depan yang lain?

3 Responses to “Membeli Masa Depan”

  1. tita said

    kayanya ini tulisannya adithya mulya (suamigila) ya?

  2. admin said

    saya dapat dari mailis dan saya mencoba menyebarkan maaf kalo salah bukan maksud mengkopi tapi setiap dapet mailis saya sebarkan

  3. Saefi said

    “” Sae Reply =””
    To everybody who want to be rich at younger must be read this page, its important for all people around the world. l like this posting and related posting like Robert T Kiyosaki (only) article.
    someone who want to be share with me visit my email.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: