BACA untuk maju!!!

STAY HUNGRY. STAY FOOLISH ( STEVE JOB – CEO PIXAR AND APPLE )

Posted by pikpik on 8 January, 2008

Diperuntukkan bagi teman-teman yang masih belum yakin dalam memilih jalan
hidupnya. Sebuah pidato memikat dari Steve Jobs (pendiri Apple dan Pixar)
dalam acara Wisuda Uiversitas Stanford angkatan 2005.Hope reminds us about the important to follow our heart , ‘You’ve got to
find what you love,’ Jobs saysSaya merasa terhormat bersama kalian hari ini dalam acara wisuda salah satu
universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah diwisuda. Sejujurnya saya
katakan, saat ini merupakan saat-saat terdekat saya pada sebuah acara
wisuda. Hari ini saya ingin menceritakan kepada kalian 3 cerita pendek hidup
saya. Hanya itu. Biasa-biasa saja. Hanya 3 cerita.

Cerita pertama tentang Penghubungan momen-momen.

Saya drop out dari Reed College setelah enam bulan pertama, tetapi saya
tetap berada di lingkugan kampus selama kurang lebih 18 bulan sebelum saya
benar-benar memutuskan untuk berhenti. Mengapa saya dropout?

Ini dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah seorang mahasiswi
muda sebuah perguruan tinggi yang hamil di luar nikah dan dia memutuskan
saya untuk diadopsi. Dia mempunyai keinginan yang kuat bahwa saya harus
diadopsi oleh pasangan lulusan sebuah universitas, jadi segala sesuatunya
sudah disiapkan dari awal bahwa saya akan diadopsi sejak lahir oleh seorang
pengacara dan istrinya. Selain itu, ketika saya dilahirkan mereka memutuskan
bahwa mereka sangat menginginkan seorang bayi perempuan di menit-menit
terakhir. Sehingga orangtua angkat saya, yang menunggu giliran, mendapat
telepon di tengah malam: “Kami mempunyai seorang bayi lelaki yang tidak
diharapkan, apakah kamu menginginkannya? ” Mereka menjawab: “tentu!”. Ibu
kandung saya kemudian mengetahui bahwa ibu saya tidak pernah lulus kuliah
dan ayah saya tidak lulus SMA. Dia kemudian menolak untuk menandatangani
perjanjian adopsi. Meskipun, akhirnya hatinya luluh ketika orangtua saya
berjanji bahwa saya akan kuliah suatu hari nanti.

17 tahun kemudian, saya memang benar-benar kuliah. Waktu itu saya yang masih
naif, memilih perguruan tinggi yang biaya pendidikannya hampir sama dengan
Stanford, sehingga seluruh tabungan yang dimiliki oleh orang tua saya habis
untuk membiayai kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak melihat bahwa
hal ini sebegitu bernilainya. Sama sekali saya tidak tau apa yang sebenarnya
ingin saya lakukan dalam hidup dan tidak tahu apakah kuliah akan menolong
saya untuk menjawab itu semua. Di lain pihak, saya menghabiskan seluruh uang
yang orang tua saya tabung sepanjang hidup mereka. Sehingga saya memutuskan
untuk keluar dan mencoba untuk menguatkan diri bahwa apa yang saya lakukan
tidak salah. Cukup menakutkan waktu itu, tetapi jika saya mengenang kembali,
itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Saat saya
memutuskan untuk keluar, saya dapat berhenti mengambil kelas-kelas yang
tidak menarik perhatian saya,dan hanya menghadiri kelas yang benar-benar
menarik.

Akan tetapi, tidak lah semuanya romantis. Saya tidak tinggal di asrama,
sehingga harus tidur di lantai teman-teman saya. Saya mengembalikan botol
Cola untuk ditukar dengan 5 sen yang akan saya gunakan untuk membeli
makanan, dan saya akan berjalan sejauh 7 mil (+/- 10km) menuju kota lain
setiap minggu malam untuk memperoleh makanan yang baik di candi Hare
Krishna. Saya sangat menyukainya. Kejadian-kejadian di mana saya menemui
sandungan untuk mengikuti apa kata hati saya menjadi sesuatu yang tidak
dapat dinilai dengan uang nantinya. Saya berikan satu contoh:
Saat itu, Reed College menawarkan kuliah kaligrafi yang mungkin merupakan
yang terbaik di negara ini. Di sepanjang kampus tiap poster dan label yang
dibuat sangatlah indah. Oleh karena saya drop out dan tidak mengikuti kelas
normal, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk belajar
bagaimana membuat itu semua. Saya belajar tentang tipe-tipe serif dan san
serif, variasi jumlah spasi yang diperlukan di antara kombinasi-kombinasi
huruf yang berbeda, dan juga tentang apa yang membuat tipografi sangat
megah. Itu semua sangatlah indah, bersejarah, dan artistik di mana science
tidak dapat menangkap itu semua, dan saya kira itu semua sangatlah
menakjubkan.

Tidak satu pun dari ini semua memiliki setidaknya harapan untuk menjadi
sesuatu yang berguna bagi hidup saya. Akan tetapi sepuluh tahun kemudian,
ketika kami mendesain komputer Macintosh pertama, semuanya seperti datang
kembali kepada saya. Dan saya mendesain semuanya ke dalam Mac. Komputer itu
merupakan komputer pertama yang didesain dengan tipografi yang indah. Jika
saya tidak pernah mengambil kuliah itu sewaktu di kampus, Mac tidak akan
mungkin mempunyai beragam tipe huruf atau spasi huruf-huruf yang
proporsional. Dan semenjak Windows mengkopi Mac, sepertinya tidak ada PC
yang memiliki hak milik itu semua. Jika saya tidak pernah drop out, saya
tidakakan pernah mengikuti kuliah kaligrafi dan PC mungkin tidak akan pernah
memiliki tipografi yang indah. Tentu saja sangatlah mustahil untuk
menghubungkan semua momen-momen di masa depan ketika saya masih di kampus.
Tetapi sangat, sangat jelas ketika saya menghubungkannya sepuluh tahun
kemudian.

Lagi-lagi anda tidak akan pernah dapat menghubungkan momen-momen itu ke
depan, anda hanya dapat menghubungkan itu semua dengan melihat ke belakang.
Anda harus percaya kepada sesuatu – keberanian anda, takdir, hidup-mati,
karma, apapun itu. Pendekatan ini tidak pernah membuat saya menyerah, akan
tetapi membuat seluruh perubahan dalam hidup saya.

Cerita kedua tentang cinta dan kehilangan.

Saya beruntung bahwa saya mengetahui apa yang ingin saya lakukan sejak awal.
Woz dan saya memulai Apple di garasi rumah saya ketika saya berumur 20
tahun. Kami berdua bekerja keras dan dalam sepuluh tahun Apple berkembang
dari hanya dua orang dalam sebuah garasi menjadiperusahaan bernilai $2
milyar dengan lebih dari 4000 pekerja. Kami baru merilis ciptaan terbaik
kami – Macintosh – setahun sebelumnya, di mana saat itu saya baru berusia 30
tahun. Akan tetapi kemudian saya dipecat. Bagaimana mungkin anda dipecat
oleh perusahaan yang dibangun oleh anda sendiri? Well, dengan berkembangnya
Apple kamu mempekerjakan orang-orang yang saya pikir sangat berbakat untuk
menjalankan perusahaan dengan saya, dan untuk tahun-tahun pertama semuanya
berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi visi kami tentang masa depan
menjadi berbeda dan kadang-kadang ini semua menjatuhkan kami. Sehingga
akhirnya Dewan Direktur memutuskan berpihak kepadanya. Sehingga saat berusia
30 saya dipecat dan berita ini terpublikasi ke khalayak ramai. Apa yang
menjadi fokus hidup saya hilang, dan itu semua sangatlah menghancurkan saya.

Saya benar-benar tidak mengetahui apa yang harus saya lakukan untuk beberapa
bulan. Saya merasa bahwa saya telah membiarkan generasi pengusahasebelumnya
runtuh. Saya bertemu dan meminta maaf kepada David Packard dan Bob Noyce.
Kesalahan saya sudah diketahui oleh publik, sehingga melarikan diri dari
valley pun tidak ada artinya. Kemudian, saya pun tersadar akan sesuatu: saya
masih cinta apa yang saya lakukan. Peralihan yang terjadi di Apple tidak
mempengaruhi pemikiran tersebut. Saya memang dipecat, tetapi saya masih
mencintai bidang ini. Maka saya pun memutuskan untuk memulainya kembali.

Di kemudian hari, saya merasakan bahwa pemecatan saya oleh Apple merupakan
hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya. Beban untuk menjadi sukses
digantikan oleh langkah yang ringan sebagai seorang pemula lagi, sedikit
keyakinan terhadap segala sesuatu. Hal tersebut membuat saya memasuki salah
satu periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun selanjutnya, saya memulai sebuah perusahaan yang diberi
nama NeXT dan Pixar, dan saya pun jatuh cinta kepada seorang wanita yang
mempesona yang kemudianmenjadi istri saya. Pixar kemudian memulai untuk
menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang menjadi
studio animasi film terbaik di dunia. Kemudian terjadi peralihan yang luar
biasa, Apple membeli NeXT, saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kami
kembangkan di NeXT menjadi jantung teknologi Apple saat ini. Dan Laurene dan
saya mempunyai sebuah keluarga yang bahagia.

Saya yakin semua tidak akan pernah terjadi jika saya tidak dipecat oleh
Apple. Ini merupakan obat mujarab yang sangat pahit, tapi setiap pasien
membutuhkannya, saya pikir. Kadang-kadang kehidupan menghancurkan anda
dengan amat kejam. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu hal yang
bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya
lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah
benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi
sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai
kepuasansejati adalah melakukan apa yang kamu yakini adalah kerja yang
hebat. Dan satu-satunya jalan melakukan kerja yang hebat adalah mencintai
apa yang kamu lakukan. Jika kita belum menemukannya, carilah! Jangan diam!
Karena ini semua berhubungan dengan hati, kita akan mengetahuinya ketika
kita menemukannya. Dan seperti sebuah hubungan yang hebat, hal itu akan
menjadi lebih baik dan lebih baik dengan bergulirnya waktu. Jadi, tetaplah
mencarinya sampai kalian menemukannya. Jangan diam!

Cerita ketiga saya adalah tentang kematian.

Ketika saya berumur 17 tahun, saya membaca sebuah moto: “Jika kita hidup
setiap hari seperti hari terakhir bagi kita, kita akan menciptakan sesuatu
yang benar-benar besar akhirnya.” Moto tersebut sangatlah mengesankan saya,
dan sejak itu, selama hampir 33 tahun, saya bercermin setiap pagi dan
bertanya kepada diri saya sendiri: “Jika hari ini adalah hari terakhir saya,
apakah saya akan melakukan apa yang seharusnya sayalakukan? ” Dan ketika
jawabannya “tidak”, saya tau bahwa ada sesuatu yang harus saya rubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang sangat penting dalam
membantu membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup saya. Oleh karena hampir
segalanya– harapan, status, ketakutan, rasa malu, atau gagal-semuanya akan
sirna ketika kita menghadapi kematian. Dan hanya meninggalkan apa yang
benar-benar penting. Mengingat bahwa anda akan segera mati adalah jalan
terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan pemikiran bahwa anda
memiliki sesuatu yang harus anda lepaskan. Kita semua sudah telanjang. Tidak
ada alasan anda tidak mengikuti apa kata hati anda.

Sekitar setahun lalu, saya didiagnosa mengidap kanker. Saya dipindai pada
jam 7.30 pagi, dan hasilnya menunjukkan dengan jelas ada segumpal tumor pada
pankreas saya. Saya bahkan tidak mengetahui apa itu pankreas. Dokter
mengatakan bahwa ini merupakan jenis kanker yang hampir tidak
dapatdisembuhkan, dan harapan hidup saya tidak lebih dari tiga sampai enam
bulan lagi. Dokter saya menyarankan saya untuk beristirahat di rumah dan
melakukan hal-hal yang sangat saya inginkan, di mana ini merupakan sebuah
kode darinya untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti saya harus mencoba
untuk menceritakan kepada anak-anakmu apa yang kamu pikirkan dalam 10 tahun
ke depan hanya dalam beberapa bulan. Ini berarti bahwa saya harus
mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga segalanya menjadi lebih
mudah bagi keluarga saya. Ini berarti saya harus mengucapkan perpisahan.

Saya hidup dengan diagnosis tersebut sepanjang hari. Sampai pada suatu senja
saya melakukan biopsi, di mana mereka memasukkan sebuah endoskop ke
tenggorokan, melewati perut, dan memasukkannya ke usus besar saya. Kemudian
dokter akan memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel
kanker dari tumornya. Saya sudah ikhlas, akan tetapi istri saya yang
mendampingi saya, mengatakan bahwaketika mereka mengamati sel-sel itu dengan
mikroskop para dokter terharu mengetahui bahwa kanker tersebut berubah ke
dalam bentuk kanker pankreas yang sangat jarang dan itu semua dapat
disembuhkan dengan operasi bedah. Saya kemudian dibedah dan akhirnya saya
baik-baik saja sekarang.

Waktu-waktu itu merupakan waktu yang paling dekat bagi saya menghadapi
kematian, dan saya harapkan dalam beberapa dekade ke depan. Menghadapi itu
semua, saya dapat mengatakan kepada kalian dengan sedikit lebih yakin waktu
kematian merupakan sebuah konsep intelektual yang berguna dan murni:

Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Bahkan orang yang menginginkan masuk
surga pun tidak ingin mati untuk mendapatkannya. Namun kematian merupakan
sebuan tujuan yang kita semua miliki. Tidak ada seorang pun yang dapat lolos
darinya. Dan memang demikian adanya, karena kematian merupakan penemuan
terhebat dalam kehidupan. Ia merupakan agen pengubah kehidupan. Ia akan
menyingkarkan yang tuauntuk membuka jalan bagi yang lebih muda. Sekarang ini
masih baru bagi kalian, tetapi suatu hari tidak lama dari sekarang, kalian
akan menjadi tua dan akan tersingkir. Maafkan jika terlalu didramatisasi,
tapi ini benar adanya.

Waktu kita sangat terbatas, jadi jangan buang itu percuma untuk hidup orang
lain. Jangan terperangkap dengan dogma hidup dengan hasil pemikiran orang
lain. Jangan biarkan suara-suara orang lain yang akan meredam suara hati
kita sendiri. Dan yang terpenting, mempunyai keberanian untuk mengikuti hati
dan intuisi anda. Entah bagaimana caranya, mereka telah mengetahui apa yang
benar-benar kalian ingin lakukan. Selain itu semua hanyalah pelengkap.

Ketika saya masih muda, terdapat sebuah publikasi yang sangat mengagumkan
yang bernama The Whole Earth Catalog, yang mirip seperti sebuah kitab suci
dalam generasi saya. Publikasi ini diciptakan oleh seorang mahasiswa bernama
Stewart Brand di Menlo Park, tidak jauh dari sini, dan dan diamembawanya ke
dalam kehidupan dengan sentuhan puitisnya. Ini semua terjadi pada akhir
tahun 1960-an, sebelum PC dipublikasikan, sehingga itu semua dibuat oleh
juru tik, gunting, dan kamera polaroid. Ini semua seperti Google dalam
bentuk kertas, 35 tahun sebelum Google lahir; Itu semua sangatlah
idealistis, dan dibanjiri dengan alat-alat dan pemikiran yang hebat.

Stewart dan timnya mempublikasikan beberapa issue dalam The Whole Earth
Catalog, dan ketika dimulai kursus tentang itu, mereka mempublikasikan Final
Issue. Itu terjadi pada pertengahan 70-an, ketika saya seusia kalian. Pada
sampul belakang dari Final Issue mereka terdapat foto sebuah jalan di
pedesaan pada waktu pagi hari, yang mungkin akan membuat kita berpikir untuk
menjelajahinya jika kita berjiwa petualang. Di bawahnya terdapat kata-kata:
“Stay Hungry.Stay Foolish.” Kata-kata tersebut merupakan pesan terakhir
mereka sebelum mereka lulus. Stay Hungry. Stay Foolish. Dan saya selalu
mengingatkannya kepada diri saya. Dan sekarang, dengan kelulusan kalian
semua, saya mengharapakannya kepada kalian semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: