BACA untuk maju!!!

KOMUNKIKASI DENGAN POHON

Posted by pikpik on 28 December, 2007

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui
pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya
di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon.
Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon
dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.
Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan
memanjat hingga ke atas pohon itu.Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari.
Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah
ditumbangkan.Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh.
Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan
bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu
seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.
Nah,sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk
primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang
jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada
mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda atau Pegawai Anda? Ayo cepat !
Dasar leletan? Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa
dikerjakan? Ayo, jangan main-main disini. Berisik ! Bising !?

Atau,pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka
membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran ? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar ?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu
tahu nggak!Iii!Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa ! Aduh.
Perempuan kampungan banget sih !?
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya?
E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi
pinter?

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, ?E tahu
ngak ? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada
banyak yang bisa gantiin kamu? Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain
gue gaji elu?

Ingatlah ! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini.
Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai
mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang
mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan
karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh
yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka
dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka
harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan
dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki.
Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak
mati,janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila
Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan
Anda,selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima.
Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik,
sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

From: Alex Nayoan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: