BACA untuk maju!!!

Teknologi Informasi untuk Membantu Operasi Bedah Syaraf

Posted by pikpik on 26 December, 2007

Dibidang bedah saraf, hampir semua teknik operasi yang dilakukan bersifat invasif dengan kata lain harus dengan membuat luka sayatan dan membuka tulang tengkorak untuk mengakses kedalam jaringan otak atau yang biasa disebut sebagai craniotomy. Dengan berkembangnya teknologi informasi, teknik bedah saraf menjadi lebih maju. Teknologi informatika dapat membantu membuat pemetaan pada fungsi otak sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi defisit fungsi saraf (neurological deficit) yang diakibatkan oleh tindakan operatif.
Demikian pula perkembangan teknologi pencitraan modern saat ini telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi keberhasilan operasi bedah saraf. Visualisasi dengan menggunakan mikroskop pada waktu operasi, meningkatkan keberhasilan dan keamanan bagi penderita pasca operasi. Lebih canggih lagi, alat endoskopi telah banyak membantu para ahli bedah saraf untuk melihat setiap sudut di dalam otak manusia untuk menentukan posisi aneurism (pembesaran pembuluh darah) di otak sebelum dilakukan clipping (menjepit pembuluh darah yang beresiko terjadi ruptur/pecah).
Pada dekade terakhir, tindakan bedah saraf dengan computer-assisted image-guided (neuronavigation) telah dikembangkan untuk membantu ahli bedah saraf melakukan tindakan operasi lebih aman. Neuronavigation memungkinkan para ahli bedah saraf mengetahui lokasi lesi/tumor secara lebih akurat, dengan cara menentukan besarnya lesi/tumor dan menentukan teknik operasi yang tepat untuk mendekati lesi/tumor tersebut. Saat ini telah tersedia sistem navigasi berbentuk frame-based atau frameless berdasarkan pada teknik perbedaan posisi lesi/tumor sebagai titik poin dengan memakai integrated poin optik atau sistem elektromagnetik.
Selanjutnya, semua jenis sistem pencitraan yang menunjang pada saat dilakukan operasi bedah saraf ini memerlukan data pencitraan yang diperoleh dari CT scan (computed tomograph scanning), MRI (magnetic resonance image) dan juga integrated functional MRI, positron emission tomography, serta magnetoencephalography yang diambil sebelum operasi dilakukan. Sehingga dengan demikian belum ada satu sistem yang dapat mendeteksi perubahan dalam otak secara berkesinambungan selama operasi berlangsung seperti pergeseran otak akibat bocornya cairan serebrospinal (cairan dalam otak), pengambilan tumor, maupun perubahan bentuk otak akibat perubahan posisi pasien.

Disinilah kemahiran ahli bedah saraf dalam menggabungkan teknologi informasi dan teknik operasi diperlukan. Seorang ahli bedah saraf harus bisa menentukan jenis alat pencitraan yang mana yang diperlukan untuk membantu navigasi saat dilakukan operasi. Diantara mereka ada yang menggunakan sistem navigasi berdasarkan data pencitraan yang diambil sebelum dilakukan operasi, lalu ada pula yang menggunakan 3D ultrasonografi yang dapat digunakan real time pada saat operasi berlangsung. Bila data diambil sebelum dilakukan operasi, maka hasil pencitraan ini akan bermanfaat pada saat menentukan petanda lokasi tumor sebelum dilakukan reseksi (pengambilan tumor) dengan cara membuat garis disekitar batas tumor dengan bantuan pena khusus yang dapat memancarkan sinyal lalu titik posisi pena tersebut ditransmisikan dan diproyeksikan dalam gambar yang sudah ada

 

teknologi-informasi-untuk-membantu-operasi-bedah-syaraf1.jpg

Pencitraan 3D sebelum dilakukan operasi untuk menentukan letak lesi/tumor

Salah seorang ahli bedah saraf, Wiltfang. J. dkk (2003) dari Friederich-Alexander University, Erlangen Jerman, melaporkan bahwa, teknik operasi di bagian depan (frontal), tengah dan samping (peritemporal access) kepala memberikan berbagai macam gambaran klinis sesuai dengan letak lesi/tumor tersebut. Neuronavigasi dapat memberikan gambaran secara detail tentang besar, struktur anatomi pembuluh darah di sekitar lesi/tumor. Struktur tulang juga dapat terlihat dengan sangat jelas, baik pada bagian depan, tengah dan belakang dari tulang dasar tengkorak dan memberikan gambaran yang simetris serta memiliki arti klinis yang sangat bermakna

teknologi-informasi-untuk-membantu-operasi-bedah-syaraf2.jpg

Pencitraan 3D CT scan memberikan gambaran detail struktur anatomi, lesi, tumor

 

Teknologi informatika telah banyak memberikan kontribusi dalam dunia kedokteran umumnya dan khususnya bagi bedah saraf. Akan tetapi, tidaklah bisa dipungkiri pula bahwa keberhasilan operasi tidak melulu bergantung terhadap alat penunjang, tapi juga keterampilan seorang ahli bedah saraf saat menggunakan jari-jari tangannya untuk menolong penderita, adalah merupakan kunci keberhasilan saat operasi. “chirurgia = hand work = General surgery and micro-chirurgia = finger work = neurosurgery” (Takanori Fukushima,MD)

Penulis:Agung Budi Sutiono, MD, PhD (candidate)

 

20 Responses to “Teknologi Informasi untuk Membantu Operasi Bedah Syaraf”

  1. dr.sendi syahlana said

    saya dr.sendi, lulusan fk yarsi juli 2006. saya berdomosili di jakarta barat. saya mau bertanya, buku2 apa saja yg menjadi dasar untuk mempelajari bedah syaraf? maksudnya saya, lebih awam disebut sebagai buku pegangan ilmu bedah syaraf. untuk informasi yang diberikan, saya ucapkan banyak terima kasih.

  2. Anonymous said

    vfrefrferf

  3. pariyes susanto said

    saya seorang klg pasien diRS abdul moeloek B. Lampung mau tanya apkah arachnoid cyst dapat dilihat hanya dengan scan kepala biasa,apakah penyakit ini jg dapat membutakan mata,bisakah disembuhkan tanpa operasi trima kasih

  4. Agung Budi Sutiono said

    Yth Bpk Susanto Said,

    Arachnoid cyst dapat dilihat dengan menggunakan MRI T1 dan T2 image dengan analysis yang dilakukan secara hati-hati oleh ahli neuroradiologi. Penyakit ini bisa menggangu penglihatan apabila letak arachnoid cyst tersebut terletak dekat syaraf mata (N II) yang menyebabkan penekanan pada saraf tersebut. Tindakan non bedah mungkin dilakukan dengan teknik gama knife surgery atau cyber knife surgery. Untuk saat ini di Indonesia mungkin masih belum ada. Demikian terima kasih semoga bisa menjawab pertanyaan saudara.

    Agung Budi Sutiono
    Neurosurgery Department
    Keio University
    Tokyo Japan
    Email: agungbudis@gmail.com

  5. Anonymous said

    saya renal, salah satu keluarga saya mengalami keretakan tulang kepala disekitar telinga akibat jatuh,.apakah dapat disembuhkan dengan bedah saraf…apakah harus dioperasi? atau ada terapi lain?
    terimakasih…

  6. y said

    Saya mau tanya,
    Pertumbuhan tengkorak itu sampai umur brp y?
    Saya mempunyai kepala belakang yang sedikit tidak simetris,
    Adakah kemungkinan kepala sya bsa Menjadi simetris?

  7. Agung Budi Sutiono said

    Sdr Renal,

    Retaknya tulang kepala akibat trauma bisa bermacam-macam bentuknya. Jika hanya retak dan tidak sampai meyebabkan diskontinuitas tulang yang bisa menyebabkan robeknya selaput otak, maka tidak perlu tindakan pembedahan. Lain halnya kalau retak/patahnya tulang tengkorak tersebut terlepas dari tulang lainnya, maka hal ini akan berbahaya karena bisa merobek selaput otak dan menyebabkan bocornya cairan otak keluar. Jika kondisinya demikian maka perlu dilakukan tindakan operasi.

    Agung Budi Sutiono
    Neurosurgery Department
    Keio University
    Tokyo Japan
    Email: agungbudis@gmail.com

  8. Agung Budi Sutiono said

    Dr Sendi,

    Ada banyak sekali textbook bedah saraf, silahkan anda bisa memilih, seperti Hunt Batjer, Youmans dll.

    Agung Budi Sutiono
    Neurosurgery Department
    Keio University
    Tokyo Japan
    Email: agungbudis@gmail.com

  9. Agung Budi Sutiono said

    Sdr Y,

    Pertumbuhan tulang kepala bisa dibagi menjadi, fase pasca lahir, bayi, anak-anak dan dewasa yang berakhir pada usia sekitar 18 tahun.

    Selama tidak ada gangguan pada fungsi otak, anda tidak perlu khawatir dengan ketidak-simetrisan tersebut.

    Agung Budi Sutiono
    Neurosurgery Department
    Keio University
    Tokyo Japan
    Email: agungbudis@gmail.com

  10. ainun sinambela said

    apakah sakit ginjal mempengaruhi fertilitas pada pria

  11. Agung Budi Sutiono said

    Ibu Ainun Sinambela,

    Kelainan pada ginjal secara anatomi tidak menyebabkan gangguan fertilitas pada pria. Fertilitas berhubungan dengan produksi sperma yang dihasilkan oleh organ testis pada pria.

    Agung Budi Sutiono

  12. x said

    Saya mau tanya,,
    adakah kemungkinan dari tengkorak yang bbentuk tidak simetris menjadi simetris?atau sbaliknya?
    Apakah terlalu serinh memakai helm atau benda lainnya dapat mempengaruhi bentuk kepala seseorang?
    Mohon dibalas,,

  13. Agung Budi Sutiono said

    Bpk/Ibu X

    Pada usia dewasa bentuk tersebut tidak akan berubah kecuali kemungkinan disebabkan oleh destruksi tulang akibat tumor. Memakai helm tidak membuat perubahan pada bentuk tulang tengkorak.

    Terima kasih

  14. angling said

    Dok,kan katanya pertumbuhan tulang kepala sampai umur 18 tahun ya,
    Saya juga mempunyai kepala belakang yang tidak simetris nih dok,
    Apa bs y brubah jd smetris lg?umur saya skrg 16 thun,,
    Aduh saya minder nih dok,,apa g ada cara buat menyimetriskan ya,,
    Dijawab y dok,,

  15. Riyanto said

    Dokter ni saya Riyanto, Mbak Yani and Yoga wah kita senang sekali bisa menemukan artikelmu, sukses ya……

  16. Husny said

    saya menderita frontal bone osteoma dan akan melakukan operasi, apakah operasi tsb berbahaya?

  17. agus wijaya said

    say agus bibi saya mengalami tumor di kepala tapi di luar tulang tengkorak bisa tolong jelaskan bagaimana untuk penyembuhannya dan bagaimana cara memakai kartu jamkesmas karena bibi saya dari keluarga kurang mampu,terima kasih.

  18. yanti said

    saya mau tanya,
    saya menderita sakit kepala yang cukup hebat dan hasil MRI saya menunjukkan “hiperintens (T2WI) di CPA kanan tampak penebalan mukosa sinus maksilaris kanan kiri, ethmoidalis kanan-kiri dan arahnoid cyst di CPA kanan”. Apakah penyakit ini bisa disembuhkan, mengingat sudah beberapa bulan saya tidak check up lagi ke dokter dan hanya mengandalkan obat herbal saja??? mohon penjelasannya, terima kasih…

  19. Agung Budi Sutiono said

    Kepada para pembaca,

    Silahkan kirim email langsung ke agungbudis@gmail.com

    Salam

    Agung Budi Sutiono

  20. Agung Budi Sutiono said

    Angling yang baik,
    Resiko operasi selalu ada, kita harus mempertimbangkan antara manfaat dan resiko, mana yang lebih besar. Sebaiknya anda konsultasikan dengan dokter anda tentang teknis detilnya.

    Ysh Bapak Husni,

    Frontal osteoma termasuk jenis tumor jinak, operasi yang akan dilakukan oleh dokter bedah saraf tidak akan membahayakan karena hanya membuka jaringan tulang saja, bukan jaringan otak yang masih ditutup oleh selaput otak.

    Ysh Bapak Agus Wijaya,
    Penyembuhannya mungkin sebaikanya di operasi akan tetapi untuk melakukan tindakan operasi perlu diketahui dulu dari pemeriksaan pencitraan kepala, apakah jenis tumornya dan adakah kemungkinan melibatkan jaringan dibawah tulang. Untuk penggunaan kartu jamkesmas silahkan mungkin bisa anda konsultasikan ke Puskesmas atau RS pemerintah terdekat.

    Ysh Ibu Yanti,
    Mendengar cerita anda sepertinya tumor tersebut cukup besar kalau sampai masuk kedalam sinus maxilaris dan ethmoidalis. Terlebih ada benjolan kista di CPA (cerebellopontine angle) yang terletak di samping diantara batang otak dan otak kecil. Kemungkinan besar pengobatan adalah dengan operasi, dan akan memakan waktu lama karena sangat sulit sekali untuk diangkat. Perlu juga diketahui jenis tumornya dan mempertimbangkan teknik operasi tersebut secara cermat. Hal itulah yang menyebabkan sakit kepala hebat karena disebabkan meningkatnya tekanan di dalam otak yang mungkin menyebakan sumbatan sirkulasi cairan dalam otak. Sebaiknya anda diskusinya dengan dokter anda.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>